{"id":1663,"date":"2025-11-02T14:08:53","date_gmt":"2025-11-02T14:08:53","guid":{"rendered":"https:\/\/asperges-koken.com\/?p=1663"},"modified":"2025-11-02T14:08:53","modified_gmt":"2025-11-02T14:08:53","slug":"teknik-memasak-dengan-poaching","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asperges-koken.com\/index.php\/2025\/11\/02\/teknik-memasak-dengan-poaching\/","title":{"rendered":"Teknik Memasak dengan Poaching"},"content":{"rendered":"<p><strong data-start=\"1444\" data-end=\"1482\">Teknik Memasak dengan Poaching<\/strong><br data-start=\"1482\" data-end=\"1485\" \/>Poaching adalah teknik memasak bahan dengan merendamnya dalam cairan panas, biasanya air, kaldu, atau susu, pada suhu rendah antara 70\u00b0C hingga 85\u00b0C. Teknik ini cocok untuk telur, ikan, ayam, atau buah. Proses poaching menjaga kelembutan bahan tanpa membuatnya terlalu matang atau kering. Cairan diberi bumbu atau aromatik agar makanan menyerap rasa dengan lembut. Mengontrol suhu sangat penting agar bahan tetap utuh dan tekstur terjaga. Telur poached menghasilkan kuning telur lembut, sementara ikan tetap juicy dan aromatik. Teknik ini menekankan kesabaran dan ketelitian dalam memanaskan cairan. Poaching juga mempertahankan nutrisi karena suhu tidak terlalu tinggi. Setelah matang, bahan biasanya ditiriskan dan disajikan dengan saus atau dressing. Teknik ini populer untuk hidangan sehat karena minim minyak. Penggunaan alat termometer atau api kecil membantu mengontrol suhu secara akurat. Dengan pemahaman tepat, poaching menghasilkan hidangan lembut, sehat, dan beraroma, ideal untuk berbagai menu gourmet maupun sehari-hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teknik Memasak dengan PoachingPoaching adalah teknik memasak bahan dengan merendamnya dalam cairan panas, biasanya air, kaldu, atau susu, pada suhu rendah antara 70\u00b0C hingga 85\u00b0C. Teknik ini cocok untuk telur, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1663","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asperges-koken.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1663","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asperges-koken.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asperges-koken.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asperges-koken.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asperges-koken.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1663"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/asperges-koken.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1663\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1664,"href":"https:\/\/asperges-koken.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1663\/revisions\/1664"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asperges-koken.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1663"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asperges-koken.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1663"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asperges-koken.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1663"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}