Sejarah Sate Lilit Bali
Sate lilit adalah sate khas Bali yang menggunakan daging cincang, kelapa parut, dan rempah yang dibalut pada batang serai atau bambu. Muncul pada abad ke-19 sebagai makanan ritual dan upacara adat. Tekstur lembut dan rasa gurih pedas menjadikannya populer. Teknik melilit daging pada batang menunjukkan kreativitas masyarakat Bali dalam menyajikan sate yang estetis dan lezat. Variasi modern muncul dengan daging ayam, ikan, atau sapi, serta versi panggang oven. Dari sisi sejarah kuliner, sate lilit mencerminkan adaptasi bahan lokal, kelestarian tradisi ritual, dan inovasi kuliner Bali yang tetap digemari.