Sejarah Lapis Surabaya
Lapis Surabaya adalah kue lapis khas Surabaya yang terdiri dari lapisan kuning, cokelat, dan keju. Muncul pada awal abad ke-20 sebagai adaptasi kue lapis Belanda dengan bahan lokal. Proses pembuatan lapis Surabaya memerlukan ketelitian dalam memanggang setiap lapisan agar tekstur padat dan warna kontras. Kue ini awalnya menjadi hidangan perayaan atau hadiah. Variasi modern muncul dengan tambahan cokelat putih, selai, atau rasa pandan. Dari perspektif sejarah kuliner, lapis Surabaya menunjukkan integrasi teknik Eropa dengan kreativitas lokal. Popularitasnya kini meluas ke toko kue, restoran, dan festival kuliner, tetap menjadi simbol tradisi dan inovasi kuliner Jawa Timur.